Tuesday, April 10, 2012

Seutas Tasbih itu...

"Nah, kak.." sua sahabatku ketika aku berkunjung ke biliknya.

"Apa tu?" aku menyambut huluran bungkusan tersebut sambil menjenguk isi di dalamnya.

"Hadiah dari "XXXXXXX", dari Tanah Suci.." katanya sambil tersenyum.

Apabila aku mengeluarkannya...

"SubahanAllah..." aku terdiam. Benar. Allah Maha Pemurah. Aku baru memasang niat ingin membelinya, namun, Allah telah memberikannya melalui perantaraan seorang Hamba Allah.

Tiba-tiba tersedar sesuatu, "bagaimana yang lain?"aku menginginkan kepastian.


"Yang mana dapat, dapatlah..." dia masih lagi tersenyum.


Aku merenung kembali hadiah tersebut.

Memerhati setiap untaian-untaian batu manik Perang kelabu yang tersusun mengelilingi seutas tali sehingga membentuk dirinya.

Seutas Tasbih...itulah Hadiah istimewa tersebut. Semoga Allah melimpahkan Rahmat kepada pemberinya.

Seutas Tasbih. Seringkali, orang mengaitkannya dengan ibadah berzikir.

Namun, ketahuilah sahabatku, ianya bukan hanya sekadar seutas tasbih...

Perhatikan butir-butir maniknya. Demikianlah juga kehidupan kita. Tiap saat, tiap ketika, kita semua pasti melalui detik-detik yang berbeza. Pada setiap untaian umpama menggambarkan apa yang kita lalui. Ada yang manis, ada yang pahit, ada yang masam, ada yang tawar sehinggalah melengkapi satu kitaran kehidupan. Bermula dari untaian pada
titik yang pertama, ia akan berakhir pada titik yang sama. Demikianlah kita. Dari Allah kita datang, kepada-Nya jua kita kembali.

Perhatikan juga lingkaran yang mengikatnya. Itulah lingkaran Kehidupan. Kehidupan ini memerlukan petunjuk dari-Nya untuk kita sampai kepada titik di mana kita bermula. Umpama Tasbih yang diikat bersama dengan seutas tali, begitulah juga kita perlu menjalani kehidupan ini. Tali yang paling teguh adalah Tali Agama. Berpeganglah pada Agama agar kita tidak hilang jejak. Walau hidup kita pernah diliputi mendung dosa, yakinlah sinar pasti akan menjelma. Teruslah melangkah. Kerana kita tidak pasti apakah yang tercatat buat kita...Kerana kita pasti, Allah tidak pernah menzalimi Hamba-hamba-NYA...

"Sesungguhnya dengan mengingati Allah, jiwa-jiwa akan tenang"
(surah Ar-Ra'd: Ayat 28)

Di saat kita membaca ayat ini, ketahuilah, ayat ini ditujukan Allah buat sekalian hamba-Nya. Agar kita tahu itulah yang paling kita perlukan dalam kehidupan ini. Maka, Kembalilah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya janji-janji Allah itu benar.

Seutas Tasbih, walau berapa pun harganya pada nilaian mata dunia, ia tetap berharga buat yang memandangnya dengan penilaian akhirat...Kerana, seutas Tasbih itu akan menjadi batu-batu yang tidak ada ertinya buat mereka yang tidak menggunakannya untuk mengingati-Nya.

Buat renungan,

".....Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah"
(Surah Al-Baqarah:Ayat 165)

Dimanakah Allah di dalam hati kita?


sekali lagi,

Dimanakah Allah di dalam hati kita....

With Lots of Love. Living Here for Hereafter.

No comments: