Rasulullah saw bersabda,
“Pada hari kiamat nanti, akan datang sekelompok orang membawa banyak kebajikan laksana gunung Tihamah yang berwarna putih yang akan diubah oleh Allah menjadi debu yang beterbangan” Para sahabat bertanya,” Wahai Rasulullah! Bukankah mereka adalah kaum muslimin?” Baginda menjawab, “Benar. Mereka solat sebagaimana kalian solat. Mereka juga berpuasa seperti kalian berpuasa. Bahkan mereka memiliki kelebihan harta untuk disedekahkan, dan juga melaksanakan solat malam. Tapi kalau sedang sendirian, mereka gemar melakukan perbuatan-perbuatan haram.” (HR Ibn Majah)
Oleh itu, bagaimana caranya untuk diri kita bebas dari sifat munafik ini. Dr ‘Aidh al-Qorni menyatakan tiga perkara penting dalam menyelamatkan diri dari riya’ dan sum’ah.
1. Sedar yang memberi manfaat dan mudarat hanyalah Allah.
2. Sedar bahawa kemampuan makhluk adalah terbatas. Tidak mampu memberi manfaat dan tidak pula mampu memberi mudarat, melainkan dengan kehendak Allah jua.
3. Sentiasa berdoa kepada Allah agar diri bebas dari perkara ini.
Doa Rasulullah,
“Ya, Allah, aku berlindung kepadaMu jangan sampai aku menyekutukanMu dengan sesuatu sedangkan aku tahu, dan aku memohon ampun dari segala yang tidak aku tahu.” (HR Ahmad)
Hasan Bashri juga berdoa agar dirinya bebas dari sifat-sifat ini,
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari riya’ dan sum’ah. ”
No comments:
Post a Comment