Di suatu saat, kita semua pasti akan merasai dan tenggelam dalam menikmati bunga-bunga cinta yang datang tidak diundang...Datangnya, tanpa sebarang bunyi, tapi kita pasti akan merasai kehadirannya. Segalanya indah berbunga-bunga, dunia menjadi indah dari biasa. Di saat itu, kita akan menjadi sangat takut. Takut akan sebuah kehilangan. Takut akan ditinggalkan. Takut untuk merasa keseorangan...
Sungguh mengasyikkan, bukan?
Itulah cinta dari sudut mata seorang pencinta yang tenggelam dalam cinta dunia.
Ada seorang sahabat pernah berkata padaku, "Ketika kau ingin memiliki Cinta, keadaanmu umpama menggengam segenggam pasir..semakin kuat kau mengenggamnya, semakin cepat pula ia mengelongsor turun dari genggamanmu...sehingga apabila kau membuka tanganmu..yang ada hanyalah sisa-sisa pasir.."
Aku menggerutkan dahiku, seraya bertanya semula..."Tapi bukankah dengan cinta, kita cenderung punyai perasaan untuk melindungi orang yang kita cintai...?"
"Astagfirullahulazim...kita ini siapa?"soalnya keras.
"Hamba Allah," jawabku pantas.
Kemudian, sahabatku menundukkan kepalanya. Dengan nada perlahan dia bersuara..."kalau sudah sedar kita sekadar hamba, mengakui kita hamba, bagaimana kita bisa melindungi? Itu sombong namanya...
Aku mengganggukkan kepala. Hatiku tiba-tiba berbisik..
Tidak perlu mencanangkan cintamu kepada manusia kerana dia tidak akan faham betapa luasnya cintamu terhadapnya...
Ah!Benar sekali ayat ini. Kita seringkali ingin orang yang kita cintai mengerti bagaimana istimewanya dia di hati sehingga terlupa akan sebuah hakikat. "Apa yang ada di hati kita, hanya tuhan yang tahu..." Untuk mencari seseorang yang betul-betul memahami apa yang ada di hati, bukan mudah. Apatah lagi, untuk memahamkan apa yang kita rasai...
Berkali-kali. Ya, bukan sekali dua..tapi sudah acapkali aku menyaksikan sendiri dengan mata kepalaku sendiri, mendengar dengan telingaku... Dengan penuh kesungguhan, dengan penuh kecintaan..menerangkan perasaan cinta mereka pada yang dicintai...
Aku yang melihat, terkedu. Apakah jaminan terhadap kata-kata itu?
Malulah. Malu kepada yang Maha Melihat. Yang sentiasa mengetahui kelemahan kita ini. Andai saja, kita melihat semula semua itu kelak...adakah kita akan bahagia?
Hakikatnya, orang yang kita cintai itu hanyalah seorang manusia biasa. Pandangannya terbatas. Dia juga mengharapkan rahmat Allah untuk tetap bernafas di atas muka bumi ini. Dia hanya mampu melihat yang zahir. Sedangkan Allah s.w.t mengetahui apa yang kita nyatakan, mahupun apa yang kita sembunyikan...
Malulah. Allah mengetahui segala-galanya...
Sesaat. Hatiku berbisik lagi...
Dan tidak perlu menghebohkan cintamu terhadap Pencipta kerana Dia sentiasa tahu betapa sempitnya cintamu itu...
Pasti kita semua pernah mendengar nama Rabiatul Adawiyah. Hanya yang mendapat rahmat dan kasih sayang dari Allah s.w.t akan dapat merasai...kehangatan, keasyikan, kenikmatan dalam beribadah...Begitulah besarnya cinta Rabiatul Adawiyah...tidak tertanding kerinduannya kepada Allah s.w.t..
Lalu, pesanan dari sahabatku itu.. "Cintailah dahulu pemilik cinta..Jika kita tidak dapat mendapat cinta dari manusia, tidak mengapa. Kerana hidup ini bukan selamanya...Ingatlah, kita tidak akan selalu mendapat apa yang kita inginkan, tapi jadikanlah apa yang kita dapati itu terbaik, agar kita tidak mensia-siakannya..."
P/s: Suka artikel ni..(Klik!!)
Sungguh mengasyikkan, bukan?
Itulah cinta dari sudut mata seorang pencinta yang tenggelam dalam cinta dunia.
Ada seorang sahabat pernah berkata padaku, "Ketika kau ingin memiliki Cinta, keadaanmu umpama menggengam segenggam pasir..semakin kuat kau mengenggamnya, semakin cepat pula ia mengelongsor turun dari genggamanmu...sehingga apabila kau membuka tanganmu..yang ada hanyalah sisa-sisa pasir.."
Aku menggerutkan dahiku, seraya bertanya semula..."Tapi bukankah dengan cinta, kita cenderung punyai perasaan untuk melindungi orang yang kita cintai...?"
"Astagfirullahulazim...kita ini siapa?"soalnya keras.
"Hamba Allah," jawabku pantas.
Kemudian, sahabatku menundukkan kepalanya. Dengan nada perlahan dia bersuara..."kalau sudah sedar kita sekadar hamba, mengakui kita hamba, bagaimana kita bisa melindungi? Itu sombong namanya...
Aku mengganggukkan kepala. Hatiku tiba-tiba berbisik..
Tidak perlu mencanangkan cintamu kepada manusia kerana dia tidak akan faham betapa luasnya cintamu terhadapnya...
Ah!Benar sekali ayat ini. Kita seringkali ingin orang yang kita cintai mengerti bagaimana istimewanya dia di hati sehingga terlupa akan sebuah hakikat. "Apa yang ada di hati kita, hanya tuhan yang tahu..." Untuk mencari seseorang yang betul-betul memahami apa yang ada di hati, bukan mudah. Apatah lagi, untuk memahamkan apa yang kita rasai...
Berkali-kali. Ya, bukan sekali dua..tapi sudah acapkali aku menyaksikan sendiri dengan mata kepalaku sendiri, mendengar dengan telingaku... Dengan penuh kesungguhan, dengan penuh kecintaan..menerangkan perasaan cinta mereka pada yang dicintai...
Aku yang melihat, terkedu. Apakah jaminan terhadap kata-kata itu?
Malulah. Malu kepada yang Maha Melihat. Yang sentiasa mengetahui kelemahan kita ini. Andai saja, kita melihat semula semua itu kelak...adakah kita akan bahagia?
Hakikatnya, orang yang kita cintai itu hanyalah seorang manusia biasa. Pandangannya terbatas. Dia juga mengharapkan rahmat Allah untuk tetap bernafas di atas muka bumi ini. Dia hanya mampu melihat yang zahir. Sedangkan Allah s.w.t mengetahui apa yang kita nyatakan, mahupun apa yang kita sembunyikan...
Malulah. Allah mengetahui segala-galanya...
Sesaat. Hatiku berbisik lagi...
Dan tidak perlu menghebohkan cintamu terhadap Pencipta kerana Dia sentiasa tahu betapa sempitnya cintamu itu...
Pasti kita semua pernah mendengar nama Rabiatul Adawiyah. Hanya yang mendapat rahmat dan kasih sayang dari Allah s.w.t akan dapat merasai...kehangatan, keasyikan, kenikmatan dalam beribadah...Begitulah besarnya cinta Rabiatul Adawiyah...tidak tertanding kerinduannya kepada Allah s.w.t..
Lalu, pesanan dari sahabatku itu.. "Cintailah dahulu pemilik cinta..Jika kita tidak dapat mendapat cinta dari manusia, tidak mengapa. Kerana hidup ini bukan selamanya...Ingatlah, kita tidak akan selalu mendapat apa yang kita inginkan, tapi jadikanlah apa yang kita dapati itu terbaik, agar kita tidak mensia-siakannya..."
Ya Allah, jika engkau tidak menyelamatkan kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang zalim..
P/s: Suka artikel ni..(Klik!!)
No comments:
Post a Comment